Asa yang telah sampai di Angkasa
Terlahir dari keluarga dengan materi apapun tak menjadi sebuah masalah bagi kita dalam menggapai sebuah impian. Dalam prosesnya kita tak mengenal antara si kaya dan di miskin yang terpenting adalah yakin. Jika kita yakin akan impian serta proses, ada peluang besar untuk tergapai.
Seperti yang dialami oleh Angelina dan Miranda dalam kehidupannya.
°°°
Cuaca yang cerah membuat semangat baru bagi para pencari cuan serta ilmu. Transportasi umum pun menjadi salah satu transportasi tujuan di pagi cerah ini. Para manusia memasuki beberapa pilihan transportasi umum dengan bekal semangat.
Miranda Goeltom terus berlarian di saat jam dindingnya sudah menunjukkan pukul 06.30 WIB. Tujuannya saat ini adalah halte bus yang menjadi langganannya.
"Duh kok sepi banget ya haltenya"
Picture by: pinterest
Miranda kembali melihat ke arah jam tangannya, pantas saja sepi waktu sudah menunjukkan pukul 06.45
"Duh gimana ini, aku bakal telat sampai sekolah" ucapnya dengan kebingungan dan kekhawatiran.
Dreet
Suara handphonenya berbunyi membuat segala perasaannya terhenti sejenak. Tertera nama Angel🧚 yang membuat senyumnya perlahan mengembang.
"Lo udah berangkat belum?"
"Belum, aku ketinggalan bus"
"Yaudah, gue jemput sekalian di halte biasanya kan?"
"Iya! Di halte biasa, makasih ya Angel"
"Yoi santai"
Panggilan mereka pun berakhir, sepertinya hari ini keberuntungan berpihak pada Miranda.
Setelah menunggu kurang dari 5 menit, mobil sport Angel telah sampai di hadapan Miranda, kemudian Angel melajukan mobilnya membelah jalan raya yang padat.
Sesampainya mereka di sekolah megah nan mewah, semua pandangan siswa-siswi yang masih di area parkiran memfokuskan netra mereka ke arah mobil sport Angel. Siapa yang tidak mengenal Angelina Addrick? Bahkan hampir seluruh penjuru kota mengenalinya. Seorang putri tunggal dari keluarga pengusaha sukses nomer 1 di Indonesia yaitu Barlon Addrick.
'aura horang kayanya kerasa banget'
'aduhh pengen deh jadi temennya, biar ditumpangin terus'
'beruntung ya jadi Mira, bisa deket sama Angel'
'palingan si Mira cuma manfaatin doang'
'Mira kan cuma anak beasiswa'
Bisikan-bisikan itu mulai terdengar seiring langkah Angel dan Mira berjalan melewati. Hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan bagi Mira bila sedang berjalan atau berdekatan dengan temannya, Angel.
"Nggak usah didengerin kalik, mereka cuma caper" ucap Angel sambil merangkul pundak Mira.
Mira pun tersenyum, dirinya juga tak akan memasukkan kata-kata mereka ke dalam hatinya.
Kelas
Pelajaran bahasa Indonesia mengenai bab drama telah berakhir, murid kelas 11 IPS 3 sedang berdiskusi dengan anggota kelompoknya.
Seperti yang dilakukan oleh kelompok 5 yang beranggotakan Arin, Kevin, Mira, Argo dan Angel yang sedang membahas genre apa yang akan mereka gunakan di tugas drama ini.
"Kalau genre percintaan gimana?" imbuh Arin.
"Mmm boleh juga tuh" timpal Kevin
Argo mengangguk "gue sih setuju-setuju aja"
"Ada yang punya konsepnya nggak?" tanya Angel.
"Aku, menurutku konsepnya gini ini menceritakan tentang kehidupan putih abu. Nah nanti ada dua orang, perempuan laki-laki yang menjalin hubungan terus hubungan mereka tuh selalu adem ayem. Waktu udah kelas 12 mereka selalu mengabadikan tiap momennya lewat foto kamera, handphone ataupun foto di studio. Setelah lulus, mereka kan pisah universitas. Yang laki-laki di Indonesia yang perempuan di luar negeri, pasti banyak rintangannya di sana. Di segala situasi dan rintangan itu si perempuan selalu dinasehati sama sahabatnya begitupun yang laki-laki. Tapi, si laki-laki ini karena kesepian, hatinya tertarik sama mahasiswi yang ada di kelasnya. Sampai akhirnya si laki-laki ini ngerasa bersalah udah duain cinta gadisnya dan si laki-laki ini ternyata cuma dimanfaatin sama mahasiswi tadi yang ternyata udah punya pacar. Epilognya mereka yang terpisah tadi bertemu kembali dan saling bercerita tentang rintangan yang mereka lalui masing-masing. Gimana?" penjelasan konsep dari Mira membuat mereka kagum.
"Woaahhhh!! Gue yakin kelompok kita dapet nilai paling bagus! Karena naskahnya aja kita buat sendiri tanpa liat internet" puji Argo.
"Benerrr, lo kayak penulis naskah yang handal Mir"
"Jelaslah, Mira temen gue gitu lohh. Nah naskah yang buat Mira, gue penyumbang dana, kalian tenaga gimana?" tawaran yang diberikan Angel sangat menarik. Inilah salah satu keuntungan satu kelompok dengan Angel, mereka tak perlu pusing-pusing memikirkan tentang materi karena dengan senang hati Angel akan menawarkannya.
°°°
Penayangan dari drama masing-masing yang telah dibuat video mulai ditampilkan oleh guru Bahasa Indonesia. Mereka tertawa terbahak dengan drama kelompok sendiri ataupun drama milik kelompok lainnya.
Saat tiba di drama milik kelompok terakhir, kelompok 5 mereka juga tertawa, marah, serta kembali senang kembali seolah emosi mereka sedang dipermainkan. Tepukan tangan yang meriah bergema di kelas 11 IPS 3.
"Nah karena kita sudah melihat drama dari masing-masing kelompok, sekarang bapak akan memberi tau peraih nilai sempurna di tugas drama ini yang nantinya akan bapak beri hadiah. Peraih nilai sempurna tugas drama, diraih oleh kelompok......
"3 pak, bagus bangett itu"
"Bagusan juga kelompok gue, 1 pak!!"
"Kayaknya kelompok 5 nggak sih, dari segi alur, kostum dan keseriusan tokohnya bagus kayak di bioskop"
"Selamat untuk kelompok 5!! Yang beranggotakan Arin, Argo, Angel, Kevin dan Mira!! Silahkan maju ke depan kelas untuk bapak berikan hadiah"
Kelompok 5 bersorak gembira, ternyata perkiraan mereka benar! Mereka mendapatkan nilai sempurna di tugas ini berkat kerja sama antar mereka.
"Akhirnya!! Lo lanjutin bakat lo buat jadi sutradara atau penulis terkenal Mir!! Gue dukung 1000%"
"Bener kata Argo, ntar gue yang jadi pengeluar dananya"
HAHAHAHAA
Tawa mereka pecah mendengar kalimat Angel.
Mereka pun maju dan berfoto dengan hadiah pemberian guru mereka.
°°°
5 tahun
Ternyata segala sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi mungkin jika kita percaya serta bekerja keras. Seperti yang dirasakan oleh seorang gadis yang menjadi penulis serta sutradara muda di salah satu perusahaan pembuatan film ternama.
Dirinya tersenyum bangga, segala proses dan penantiannya berhasil diwujudkan. Kuliahnya saja dibiayai penuh oleh perusahaan ini saat mengetahui bakat luar biasa dari gadis muda ini.
"Mbak Mira nanti kita ada casting jam 2, Mbak Mira ikut nilainya ya" ucap salah satu crew.
"Iya mas, nanti saya ikut"
Kali ini Mira akan menggarap sebuah film yang ke 10 dari tulisan yang ia tulis berjudul 'asa menuju angkasa'
12.00
Waktu istirahatnya telah tiba, acara casting nanti akan dilanjutkan kembali setelah jam makan siang. Kini Mira tengah menunggu kedatangan temannya yang sangat ia rindu.
"MIRAAA!!" pelukan diberikan oleh Angel yang berpakaian formal.
"Kangenn banget sama kamuu!"
"Iya tau!! Gara-gara kerjaan nih gue jadi nggak bisa ketemu lo terus. Perusahaan papa makin lama makin banyak, bikin gue kewalahan!" curhat Angel.
Mira tertawa kecil "makanya cari suami biar bisa bantu ngurusin"
"Ishh nggak, gue mau nyari suami yang kaya juga. Nggak cuman numpang di kehidupan yang udah dibangun sempurna ini"
"Ya dehh terserahh hahahaa"
Angel teringat tentang film yang ia tonton di bioskop garapan dari temannya ini "eh Mir, gue kemarin kan liat film yang tentang persahabatan lika liku, sumpah cerita buatan lo plot twist bangett! Mana gue nangis lagii pas si Angginya meninggal" ucapnya menggebu-gebu seakan perasaannya kemarin masih tersisa.
"Emang aku bikin plot twist gitu, biar penonton awalnya nebak-nebak siapa yang salah yang akhirnya orang yang selama ini kita anggap benar ternyata pelaku dan otak di segala masalah itu. Pesannya tuh biar jangan asal nge-judge orang dari covernya"
"EMANG THE BEST otak temen gue nihh!! Segala impian yang awalnya lo nggak percaya buat nggapainya, sekarang udah ada di genggaman lo. Lo hebat Mir, di segala keterbatasan materi, lo tetep bisa menggapainya"
Pelukan mereka kembali dieratkan, Mira tersenyum dan mengeluarkan setetes air mata. Dirinya bangga dengan raga ini dengan segala kehidupannya.
•• Segala impian yang telah kita rancang dan telah kita perkirakan akan menjadi sebuah kemungkinan untuk digenggam. Dan keberhasilan kita dalam meraih mimpi tak hanya dari raga ini namun, ada campur tangan dari Tuhan yang turut membantu dalam setiap prosesnya ••
Komentar
Posting Komentar