Berteman Kehancuran

Rintikan air berontak dalam riak tanah
Berhembus anila, menyapu jerih payah
Ku loloskan kepala tuk berkelana dalam ruang rubah

Pengap, gelap, nan penuh sekat terpampang 
Kaki telanjang, ku patahkan hingga mengambang
Berayun dalam kumpulan rubah yang siap menerkam

Rentangan tangan dirampas
Kepala berisi otak dilepas
Tubuh dicabik buas
Tersisa raga yang kehabisan nafas

Komentar

Postingan Populer