patriarki mati

derai air tiba bersama rintihan
menghantam berulang hingga malam

suara-suara kotor, 
keluar bagai gonggongan
memenuhi hidup yang cemara 

dia tak punya peran,
tapi berlakon bagai pangeran

dia bukan cinta pertama anak perempuan,
karena dirasuki kekerasan

jauh di akal sehat, 
aku menyebutnya keparat

Komentar

Postingan Populer